Thursday, 25 August 2016

A YEAR WITHOUT SUMMER - Misteri dan kronologi meletusnya Gunung Tambora yang sekelip mata melenyapkan tiga kerajaan sekaligus


LETUSAN TAMBORA SECARA RINGKAS



Gunung Tambora, Pulau Sumbawa Indonesia
Letusan Terakhir :
Start, 10 April 1815 – Erupt, 17 April 1815.
Muntahan Magma : 100 km³.
Lepasan abu (kubik) :
400 km³ debu ke angkasa.
Tinggi abu :
44 km dari permukaan tanah.
Lontaran abu : 1,300km.
Radius suara letusan : 2,600 km
Endapan aliran piroklastik : 7-20m
Tsunami sepanjang pantai : sejauh 1,200km, tinggi 1-4m, di Maluku Tsunami hingga 2m
Korban letusan sertamerta : 117.000 korban jiwa.
Kerajaan yang lenyap akibat letusan: Kerajaan Tambora, Kerajaan Pekat dan Kerajaan Sanggar.

Gunung Tambora mengalami ketidakaktifan selama beberapa abad sebelum tahun 1815, dikenal dengan nama gunung berapi tidur, yang merupakan hasil dari pendinginan hydrous magma di dalam dapur magma yang tertutup. Di dalam dapur magma dalam kedalaman sekitar 1.5-4.5 km, larutan padat dari cairan magma bertekanan tinggi terbentuk pada saat pendinginan dan kristalisasi magma. Tekanan di kamar makma sekitar 4-5 kbar terjadi dengan suhu setinggi 700 °C-850 °C.

Pada tahun 1812, kaldera gunung Tambora mulai bergemuruh dan menghasilkan awan hitam. Pada 5 April 1815, letusan terjadi, diikuti dengan suara gemuruh yang terdengar di Makassar, Sulawesi (kira2 380 km dari gunung Tambora), Batavia (kini Jakarta) di Pulau Jawa (1.260 km dari gunung Tambora), dan Ternate di Maluku (1,400 km dari gunung Tambora).

Pada 10 April 1815. Gunung Tambora telah meletus dengan begitu dahsyat, bahkan jauh lebih dahsyat dari Gunung Krakatau. Suara letusan umpama guruh ini terdengar sampai ke pulau Sumatera pada 10-11 April 1815 (lebih dari 2,600 km dari gunung Tambora) yang awalnya dianggap sebagai suara tembakan meriam. Pada pukul 7:00 malam tanggal 10 April, letusan gunung ini semakin kuat.

Tiga lajur api terpancar dan bergabung. Seluruh pegunungan berubah menjadi aliran besar api. Batuan apung dengan diameter 20 cm mulai menghujani pada pukul 8:00 malam, diikuti dengan abu pada pukul 9:00-10:00 malam.

Aliran piroklastik panas mengalir turun menuju laut di seluruh sisi semenanjung, memusnahkan desa Tambora. Ledakan besar terdengar sampai ke petang 11 April. Abu tersebar sampai Jawa Barat dan Sulawesi Selatan. Bau nitrat boleh dihidu di Batavia dan hujan besar yang disertai dengan abu tefrit jatuh, akhirnya letusan Tambora kembali mulai mereda antara 11 dan 17 April 1815 tetapi letusannya telah sekaligus melenyapkan tiga kerajaan pada masa itu….

Debu vulkanik tersebar setinggi puluhan kilometer mempengaruhi iklim seluruh Bumi, menutup sinar matahari selama berbulan-bulan lamanya. Bumi pada bahagian utara dan selatan tetap menjadi dingin. Di Eropah dan Amerika Utara pun matahari tetap tertutup debu vulkanik dan membuat daerah tersebut tetap dingin walau dimusim panas. Jutaan orang kelaparan, mayat terdampar bergelimpangan, semua akibat tumbuhan layu dan mati tanpa adanya matahari sepanjang tahun. Salju tak pernah cair, mengerikan. Tahun itu dikenali dunia sebagai “Tahun tanpa musim panas” atau “A year without summer”….



Gunung Tambora tampak dari udara. Letusan Tambora 1815 adalah letusan terbesar di dunia, akibat letusan telah meninggalkan kaldera besar berukuran hingga 6-7 km.   

Hari ini setelah lebih dari duaratus tahun meletusnya Tambora, gunung strato vulkanik yang berada di pulau Sumbawa. Bagi dunia internasional, Tambora adalah ikon terbesar untuk melihat dan mempelajari dampak perubahan iklim akibat erupsi terbesar yang pernah dicatat di dunia.
Namun sebaliknya, di Indonesia fenomena letusan gunung Tambora dan dampaknya bagi dunia belum banyak diketahui oleh masyarakat secara luas.
Di bawah ini Mongabay Indonesia mengumpulkan fakta-fakta dari berbagai sumber tentang Tambora dan dampaknya bagi iklim global, sosial, politik, ekologi hingga temuan dan inovasi teknologi.


1.      Letusan yang Mempengaruhi Iklim Global
Pada tanggal 10 April 1815 Tambora meletus secara dahsyat dan mengeluarkan material yang tercatat sebagai letusan terbesar yang pernah terjadi di dunia. Akibat letusan ini tahun 1816 tercatat sebagai “tahun tanpa musim panas” di Eropa dan Amerika Utara, akibat debu dan partikel vulkanik yang terlempar ke lapisan atmosfer menghalangi cahaya matahari.
Letusan ini telah menimbulkan anomali temperatur global, hingga temperatur turun sekitar tiga derajat celcius (pendinginan global) dan menghancurkan panenan dan menimbulkan kelaparan besar di berbagai negara, termasuk Amerika Utara, Tiongkok, India dan Eropa.
Dampak lanjutan erupsi Tambora dan telah menyebabkan penyebaran penyakit tipus dan disentri yang dipercaya telah merenggut korban jiwa di Eropa hingga 200 ribu orang pada periode 1816-1819.
2.      Seberapa Dahsyat Letusannya?

Peta ketebalan abu vulkanik akibat letusan Tambora 1815

Letusan Tambora dicatat dalam skala tujuh pada skala Volcanic Explosivity Index, mengeluarkan material vulkanik 160 km kubik (38 cu mi) yang empat kali lebih kuat dari letusan Krakatau tahun 1883. Sebelum meletus tinggi Tambora diperkirakan 4.300 mdpl, setelah meletus tinggi gunung terpangkas menjadi 2.851 mdpl dan meninggalkan kaldera berukuran 6-7 km berkedalaman 600-700 meter.
Tinggi asap letusan ini mencapai hingga 43 kilometer di stratosfir dan menyebabkan langit berwarna oranye merah. Letusan Tambora mengeluarkan sulfur oksida yang menghalangi cahaya matahari (sunlight blocked).
Suara guruh akibat letusan dilaporkan terdengar hingga ke Ternate, Batavia, Makassar bahkan hingga ke Sumatera. Tsunami akibat letusan Tambora tercatat di beberapa kepulauan Indonesia, termasuk semenanjung Sanggar di Sumbawa, Maluku hingga wilayah Jawa Timur.


3.      Berapa Banyak Korban Jiwa Akibat Letusan Tambora?
Salah satu catatan  penting letusan Tambora yang menjadi referensi sejarah adalah History of Java, buku yang ditulis oleh Sir Thomas Stamford Raffles Gubernur Jendral Inggris di Jawa saat itu. Raffles mengumpulkan berbagai informasi dari para pedagang, peneliti dan armada militer Inggris yang saat itu berada di nusantara.
Dari catatan tersebut, para peneliti kemudian melakukan kalkulasi jumlah korban jiwa letusan Tambora. Zollinger (1855), peneliti yang menghabiskan berapa bulan studi di Sumbawa pasca letusan, menyebutkan korban jiwa langsung letusan Tambora adalah 10.000 orang, ditambah 38.000 lainnya meninggal akibat kelaparan di Sumbawa dan 10.000 lainnya di pulau Lombok.
Tanguy et al (1998) menganalisis angka kematian langsung letusan Tambora sekitar 11.000 dan 49.000 korban lain akibat kelaparan termasuk kelaparan yang terjadi di Bali dan Jawa Timur. Sedangkan Oppenheimer (2003) menyebutkan total kematian akibat bencana Tambora adalah 71.000.


4.      Hilangnya Peradaban di Sekitar Gunung Tambora

Letusan Tambora telah memusnahkan peradaban yang berada di sekitar gunung tersebut, yang secara administratif sekarang berada di kabupaten Dompu dan Bima. Menurut para ahli sejarah dan arkeologi, terdapat tiga kerajaan lokal yang hilang akibat letusan Tambora yaitu Sanggar, Tambora dan Pekat.
Pada tahun 2004, penggalian arkeologi oleh para peneliti dari Indonesia dan Amerika Serikat yang dipimpin oleh Prof Haraldur Sigurdsson dari Universitas Rhode Island menemukan sisa-sisa peradaban seperti perunggu, tembikar dan kaca. Pada tahun 2010, tim Balai Arkeologi Denpasar menemukan rangka rumah dari kayu, benda-benda perabotan, keris, keramik, alat tenun dan perhiasan yang mengindikasikan keberadaan kerajaan Tambora dan Pekat.


5.      Apa Hubungan Letusan Tambora dan Kekalahan Napoleon?
Pada awal abad ke-19, politik di benua Eropa sedang goncang dengan munculnya kekaisaran Perancis yang dipimpin oleh Napoleon Bonaparte (1769-1821). Setelah melewati beberapa kali pertempuran besar Napoleon akhirnya berhasil ditangkap dan dibuang ke pulau Elba. Tidak lama dari situ Napoleon berhasil “kabur” dan kembali mendeklarasikan perang dengan negara-negara lawannya.
Dalam pertempuran di Waterloo, 18 Juni 1815, atau yang dikenal sebagai pertempuran terakhir Napoleon setelah pelarian Elba, Napoleon takluk di tangan musuhnya, yaitu negara sekutu Inggris-Belanda-Jerman.  Dalam sebuah teori yang disampaikan oleh Napoleon Society kekalahan Napoleon dipengaruhi oleh bencana iklim yang ditimbulkan oleh Tambora.
Hujan dan badai di malam pertempuran yang diikuti oleh dinginnya suhu (padahal hari itu sudah masuk musim panas) telah menyebabkan pasukan Napoleon terjebak dalam lumpur yang menyebabkan efektivitas pasukan kavaleri dan amunisi meriam menjadi tidak dapat digunakan. Padahal sebenarnya, Napoleon menang dalam jumlah pasukan dibandingkan lawannya.
Kekalahan Napoleon telah mengubah sejarah dan membentuk aliansi yang akan mempengaruhi konstelasi negara-negara di Eropa hingga abad berikutnya.


6.   Apa Hubungan Letusan Tambora dan Penemuan Sepeda?

Monday, 15 August 2016

Have a good laugh....

Boss: Where were you born?
Sardar: India ..
Boss: which part?
Sardar: What 'which part'? Whole body was born in India .
                                    
Sardar was fixing a bomb in a car.
Sardar 1: What would you do if the bomb
explodes while fixing.
Sardar 2: Dont worry, I have one more.
  
Sardar: What is the name of your car?
Lady: I forgot the name, but is starts with 'T'.
Sardar: Oh, what a strange car, starts with Tea. All cars that I know start with petrol.
  
Sardar joined a new job. 1st day he worked till late evening on the computer. Boss was happy and asked what you did till evening.
Sardar: Keyboard alphabets were not in order, so I made it alright.
    
Museum Administrator: That's a 500-year-old statue you've broken.
Sardar: Thank God! I thought it was a new one.
     
At the scene of an accident a man was crying: O God! I have lost my hand, oh!
Sardar: Control yourself. Don't cry. See that man. He has lost his head. Is he crying?
    
Sardar: You cheated me.
Shopkeeper: No, I sold a good radio to you..
Sardar: Radio label shows Made in Japan but radio says this is 'All India Radio! '
   
In an interview, Interviewer: How does an electric motor run?
Sardar: Dhhuuuurrrrrrrrrr. .....
Inteviewer shouts: Stop it.
Sardar: Dhhuurrrr dhup dhup dhup...
     
Tourist: Whose skeleton is that?
Sardar: An old king's skeleton.
Tourist: Who's that smaller skeleton next to it?
Sardar: That was the same king's skeleton when he was a child.

Sunday, 14 August 2016

MALIN KUNDANG - LAGENDA, MITOS DAN REALITI






Legenda Malin Kundang berkisah tentang seorang anak yang durhaka pada ibunya dan karena itu dikutuk menjadi batu. Sebentuk batu di pantai Air Manis, Padang, konon merupakan sisa-sisa kapal Malin Kundang.

Cerita rakyat yang mirip juga dapat ditemukan di negara-negara lain di Asia Tenggara. Di Malaysia cerita serupa berkisah tentang Si Tenggang, sedangkan di Brunei Nakhoda Manis. Cerita Si Tenggang pernah diterbitkan oleh Balai Pustaka, Jakarta pada 1975 sebagai judul Nakoda Tenggang : sebuah legenda dari Malaysia / oleh A. Damhoeri

Berikut ringkasan salah satu versi kisah Malin Kundang

 Malin termasuk anak yang cerdas tetapi sedikit nakal. Ia sering mengejar ayam dan memukulnya dengan sapu. Suatu hari ketika Malin sedang mengejar ayam, ia tersandung batu dan lengan kanannya luka terkena batu. Luka tersebut menjadi berbekas dilengannya dan tidak bisa hilang.

Karena merasa kasihan dengan ibunya yang banting tulang mencari nafkah untuk membesarkan dirinya. Malin memutuskan untuk pergi merantau agar dapat menjadi kaya raya setelah kembali ke kampung halaman kelak.

Awalnya Ibu Malin Kundang kurang setuju, mengingat suaminya juga tidak pernah kembali setelah pergi merantau tetapi Malin tetap bersikeras sehingga akhirnya dia rela melepas Malin pergi merantau dengan menumpang kapal seorang saudagar.Selama berada di kapal, Malin Kundang banyak belajar tentang ilmu pelayaran pada anak buah kapal yang sudah berpengalaman.

Di tengah perjalanan, tiba-tiba kapal yang dinaiki Malin Kundang di serang oleh bajak laut. Semua barang dagangan para pedagang yang berada di kapal dirampas oleh bajak laut. Bahkan sebagian besar awak kapal dan orang yang berada di kapal tersebut dibunuh oleh para bajak laut. Malin Kundang beruntung, dia sempat bersembunyi di sebuah ruang kecil yang tertutup oleh kayu sehingga tidak dibunuh oleh para bajak laut.

Malin Kundang terkatung-katung ditengah laut, hingga akhirnya kapal yang ditumpanginya terdampar di sebuah pantai. Dengan tenaga yang tersisa, Malin Kundang berjalan menuju ke desa yang terdekat dari pantai. Desa tempat Malin terdampar adalah desa yang sangat subur. Dengan keuletan dan kegigihannya dalam bekerja, Malin lama kelamaan berhasil menjadi seorang yang kaya raya. Ia memiliki banyak kapal dagang dengan anak buah yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Setelah menjadi kaya raya, Malin Kundang mempersunting seorang gadis untuk menjadi istrinya.

Berita Malin Kundang yang telah menjadi kaya raya dan telah menikah sampai juga kepada ibu Malin Kundang. Ibu Malin Kundang merasa bersyukur dan sangat gembira anaknya telah berhasil. Sejak saat itu, ibu Malin setiap hari pergi ke dermaga, menantikan anaknya yang mungkin pulang ke kampung halamannya.

Setelah beberapa lama menikah, Malin dan istrinya melakukan pelayaran disertai anak buah kapal serta pengawalnya yang banyak. Ibu Malin yang melihat kedatangan kapal itu ke dermaga melihat ada dua orang yang sedang berdiri di atas geladak kapal. Ia yakin kalau yang sedang berdiri itu adalah anaknya Malin Kundang beserta istrinya.

Ibu Malin pun menuju ke arah kapal. Setelah cukup dekat, ibunya melihat belas luka dilengan kanan orang tersebut, semakin yakinlah ibunya bahwa yang ia dekati adalah Malin Kundang. "Malin Kundang, anakku, mengapa kau pergi begitu lama tanpa mengirimkan kabar?", katanya sambil memeluk Malin Kundang. Tetapi melihat wanita tua yang berpakaian lusuh dan kotor memeluknya Malin Kundang menjadi marah meskipun ia mengetahui bahwa wanita tua itu adalah ibunya, karena dia malu bila hal ini diketahui oleh istrinya dan juga anak buahnya.
Mendapat perlakukan seperti itu dari anaknya ibu Malin Kundang sangat marah. Ia tidak menduga anaknya menjadi anak durhaka. Karena kemarahannya yang memuncak, ibu Malin menyumpah anaknya "Oh Tuhan, kalau benar ia anakku, aku sumpahi dia menjadi sebuah batu".

Tidak berapa lama kemudian Malin Kundang kembali pergi berlayar dan di tengah perjalanan datang badai dahsyat menghancurkan kapal Malin Kundang.
Setelah itu tubuh Malin Kundang perlahan menjadi kaku dan lama-kelamaan akhirnya berbentuk menjadi sebuah batu karang. Sampai saat ini Batu Malin Kundang masih dapat dilihat di sebuah pantai bernama pantai Air Manis, di selatan kota Padang, Sumatera Barat.

















Saturday, 13 August 2016

LAGENDA GUNUNG TANGKUBAN PERAHU

Lagenda Sangkuriang yang merupakan lagenda asal-usul munculnya Gunung Tangkuban Perahu di Bandung. Lagenda Sangkuriang yang mencintai ibunya sendiri Dayang Sumbi cukup terkenal dan sudah difilmkan.(http://www.youtube.com/watch?v=1b2WadOzHuY)

Di Jawa Barat tepatnya di Kabupaten Bandung terdapat sebuah tempat rekreasi yang sangat indah yaitu Gunung Tangkuban Perahu. Tangkuban Perahu artinya adalah perahu yang terbalik. Diberi nama seperti kerana bentuknya memang menyerupai perahu yang terbalik. Konon menurut cerita rakyat Parahyangan gunung itu memang merupakan perahu yang terbalik. Berikut ini ceritanya.

Beribu-ribu tahun yang lalu, tanah Parahyangan dipimpin oleh seorang raja dan seorang ratu yang hanya mempunyai seorang puteri. Puteri itu bernama Dayang Sumbi. Dia sangat cantik dan cerdas, sayangnya dia sangat manja. Pada suatu hari saat sedang menenun di beranda istana, Dayang Sumbi merasa lemas dan pusing.

Dia menjatuhkan pintalan benangnya ke lantai berkali-kali. Saat pintalannya jatuh untuk kesekian kalinya Dayang Sumbi menjadi marah lalu bersumpah, dia akan menikahi siapapun yang mau mengambilkan pintalannya itu. Tepat setelah kata-kata sumpah itu diucapkan, datang seekor anjing sakti yang bernama Tumang dan menyerahkan pintalan itu ke tangan Dayang Sumbi. Maka mau tak mau, sesuai dengan sumpahnya, Dayang Sumbi harus menikahi anjing tersebut. Oleh kerana malu puterinya terpaksa berkahwin dengan seekor anjing kerana ketelanjuran mulut sendiri, maka Dayang Sumbi telah diusir keluar dari kerajaan oleh ayahandanya dan tinggallah dia bersama dengan Tumang di tepi belantara.

Dayang Sumbi dan Tumang hidup berbahagia hingga mereka dikurniakan seorang anak yang berupa anak manusia tapi memiliki kekuatan sakti seperti ayahnya. Anak ini diberi nama Sangkuriang. Dalam masa pertumbuhannya, Sangkuring selalu ditemani bermain oleh seekor anjing yang bernama Tumang yang dia ketahui hanya sebagai anjing yang setia, bukan sebagai ayahnya. Sangkuriang tumbuh menjadi seorang pemuda yang tampan dan gagah perkasa.

Pada suatu hari Dayang Sumbi teringin untuk memakan daging rusa dan menyuruh anaknya pergi bersama anjingnya untuk berburu. Setelah beberapa lama mencari tanpa hasil, Sangkuriang merasa putus asa, tapi dia tidak ingin mengecewakan ibu yang amat disayanginya. Maka dengan sangat terpaksa dia mengambil sebatang panah dan mengarahkannya pada Tumang. Setibanya di rumah dia menyerahkan daging Tumang pada ibunya. Dayang Sumbi yang mengira daging itu adalah daging rusa, merasa gembira atas keberhasilan anaknya.

Segera setelah makan Dayang Sumbi teringat pada Tumang dan bertanya pada pada anaknya dimana Tumang berada. Pada mulanya Sangkuriang merasa takut, tapi setelah didesak oleh ibunya berkali-kali.. akhirnya dia mengatakan apa yang telah terjadi pada ibunya.

Dayang Sumbi menjadi sangat marah dan dalam kemarahannya itu dia memukul Sangkuriang hingga pengsan tepat di belakang tengkuknya dan akibat dari pukulan itu telah meninggalkan bekas luka yang sangat lebar Atas perbuatan Sangkuriang itu, maka Dayang Sumbi telah mengusirnya keluar. Maka keluarlah Sangkuriang dari kediaman ibunya mengembara tanpa hala tuju sehinggalah dia ditemui oleh dua ekor jin kembar yang kemudiannya telah menjaga dan mengajarnya dengan segala ilmu kesaktian.

Dayang Sumbi pula dalam kesedihan yang amat sangat telah bersumpah untuk tidak memakan daging apa pun dan hiduplah beliau dengan hanya memakan sayur-sayuran, buah-buahan dan pucuk-pucuk kayu. Kerana amalannya itu, maka dia telah dikurniakan kecantikan dan rupa paras yang tidak pernah dimakan usia. (amalan Dayang Sumbi ini kononnya menjadi ikutan penduduk Bandung yang terkenal dengan kegemaran memakan sayur)

Beberapa tahun kemudian, setelah Sangkuriang mengembara keluar dari tempat tinggalnya untuk melihat dunia luar hinggalah dia tiba di kampung tempat tinggal ibunya dan kemudiannya telah bertemu dengan seorang wanita yang sangat cantik. Segera saja dia jatuh cinta pada wanita tersebut. Wanita itu adalah ibunya sendiri, tapi mereka tidak saling mengenali satu sama lainnya. Sangkuriang melamarnya, Dayang Sumbi pun menerima dengan senang hati.

Sehari sebelum hari pernikahan, saat sedang menyisir dan mengelus rambut tunangannya, Dayang Sumbi melihat bekas luka yang lebar di belakang tengkuk Sangkuriang, akhirnya dia menyedari bahwa dia hampir menikahi puteranya sendiri. Mengetahui hal tersebut Dayang Sumbi berusaha menggagalkan pernikahannya. Setelah berpikir panjang dia akhirnya memutuskan untuk mengajukan syarat perkawinan yang tak mungkin dikabulkan oleh Sangkuriang. Syaratnya adalah: Sangkuriang harus membuat sebuah bendungan yang boleh menutupi seluruh bukit lalu membuat sebuah perahu untuk menyusuri bendungan tersebut. Semua itu harus sudah selesai sebelum fajar menyingsing.

Sangkuriang mulai bekerja. Cintanya yang begitu besar pada Sangkuriang memberinya suatu kekuatan aneh. Tak lupa dia juga menggunakan kekuatan dan kesaktian yang dia dapat dari ayahnya dan dua ekor jim kembar untuk memanggil jin-jin dan membantunya. Dengan lumpur dan tanah mereka membendung air dari sungai dan mata air. Beberapa saat sebelum fajar, Sangkuriang menebang pohon-pohon besar untuk membuat sebuah perahu. Ketika Dayang Sumbi melihat bahwa Sangkuriang hampir menyelesaikan pekerjaannya, dia berdoa untuk merintangi pekerjaan anaknya dan mempercepat datangnya pagi.

Dia pun mula memanggil orang-orang kampung dan meminta tolong. Yang lelaki berpura-pura bersiap-siap untuk keluar bekerja dan yang perempuan pula mula bangun dan menyalakan lampu di rumah mereka untuk menyiapkan sarapan pagi kononnya untuk menandakan fajar sudah mula datang. Segolongan lelaki pula berlari ke arah ufuk timur untuk menyalakan jamung yang amat besar yang kelihatan seperti fajar menyingsing bila dilihat dari jauh.

Apabila melihat fajar yang bakal menyingsing, maka para jin yng membantu Sangkuring pun bertempiaran melarikan diri dan meninggalkannya keserorangan dengan pekerjaan yang hampir siap itu. Maka tahulah Sangkuriang bahawa dia telah gagal untuk menyempurnakan tugasnya. Dalam kesedihan, sekonyong-konyongnya tiba-tiba menjelmalah fajar yang sebenar dan tahulah dia bahawa Dayang Sumbi telah menipunya.

Sangkuriang menjadi amat marah dan dipuncak kemarahannya, perahu yang dikerjakan dengan bersusah payah ditendangnya ke arah utara dan berada disana dalam keadaan terbalik, dan membentuk Gunung Tangkuban Perahu(perahu yang menelungkup. Tidak jauh dari tempat itu terdapat tunggul pohon sisa dari tebangan Sangkuriang, sekarang kita mengenalnya sebagai Gunung Bukit Tunggul.

Sangkuriang terus mengejar Dayang Sumbi yang mendadak menghilang di Gunung Puteri dan berubah menjadi setangkai bunga jaksi. Adapun Sangkuriang setelah sampai di sebuah tempat yang disebut dengan Ujung Berung akhirnya menghilang ke alam ghaib  Ada juga diceritakan Sangkuriang dan Dayang Sumbi menenggelamkan diri dan tidak terdengar lagi kabarnya hingga kini di dalam danau yang terbentuk dari bendungan yang dibuat Sangkuriang menyebabkan seluruh bukit dipenuhi air..

Friday, 12 August 2016

TANDA-TANDA KITA DIGANGGU JIN,JENIS GANGGUAN, PENYEBAB DAN PERLINDUNGAN DIRI

TANDA-TANDA PADA WAKTU TIDUR
  1. Sangat susah tidur pada waktu malam, kalaupun dapat tidur sudah lama bersusah payah.
  2. Rasa cemas dan sering terbangun pada waktu malam.
  3. Mimpi yang buruk atau mimpi melihat sesuatu yang menakutkan serta ingin memekik untuk meminta pertolongan akan tetapi tidak sanggup.
  4. Mimpi yang sangat menyeramkan.

  5. Mimpi melihat berbagai macam binatang seperti melihat kuching, anjing, unta, ular, singa, serigala atau tikus.
  6. Gigi geraham yang berbunyi pada waktu tidur.
  7. Tertawa, menangis atau memekik pada waktu tidur.
  8. Berperasaan sedih pada saat tidur.
  9. Berdiri serta berjalan ketika tidur tanpa sedar.
  10. Mimpi seolah-olah akan jatuh dari tempat yang tinggi.
  11. Mimpi sedang berada di kuburan, ditempat pembuangan sampah atau tempat yang mengerikan.
  12. Bermimpi melihat orang sangat aneh, seperti sangat tinggi, sangat pendek atau sangat hitam.
  13. Bermimpi melihat hantu.
TANDA-TANDA PADA WAKTU SEDAR ATAU JAGA
  1. Kepala selalu pusing, yang tidak disebabkan oleh penyakit pada dua mata, telinga, hidung, gigi, tekak atau perut.
  2. Selalu lupa dari zikir Allah, solat dan ketaatan lainnya.
  3. Fikiran yang kacau / Selalu lesu dan malas / Saraf yang tersumbat.
  4. Rasa sakit pada salah satu anggota badan sedangkan doktor perubatan tidak sanggup mengubatinya.
MACAM-MACAM GANGGUAN JIN
  1. Gangguan sepenuhnya, iaitu jin mengganggu seluruh badan seperti orang yang mengalami berbagai macam saraf yang tersumbat.
  2. Gangguan tidak secara keseluruhan, iaitu jin mengganggu salah satu dari anggota badan, seperti tangan, kaki atau lidah.
  3. Gangguan yang berterusan, iaitu jin terus berada dalam tubuh seseorang sehingga memakan waktu yang sangat lama.
  4. Gangguan seketika, iaitu tidak lebih dari beberapa detik seperti seseorang yang mengalami mimpi buruk.
DIANTARA PENYEBAB GANGGUAN JIN
  1. Jin lelaki kadangkala jatuh cinta kepada orang perempuan dan kadangkala jin perempuan jatuh cinta kepada orang lelaki.
  2. Kerana kezaliman manusia terhadap mereka, seperti menumpahkan air panas atau menimpakan sesuatu barang dari tempat yang tinggi.
  3. Kezaliman yang dilakukan oleh makhluk jin kepada manusia tanpa sesuatu sebab tertentu. Yang berhubungan dengan prekara ini jin tidak akan dapat menganggu manusia kecuali manusia itu dalam keadaan : Sangat marah, Sangat takut, Sangat lalai dan Mempunyai nafsu syahwat yang tinggi.
SEBAB-SEBAB MASUKNYA JIN KE DALAM DIRI MANUSIA

Kadang-kadang terjadinya gangguan jin kepada manusia adalah dikeranakan syahwat, hawa nafsu dan mabuk cinta, keadaan ini sama seperti yang dialami manusia. Ada pula kadangkala manusia dan jin melakukan perkahwinan serta mempunyai anak. Perkara yang demikian banyak terjadi dan banyak pula ulama' yang membicarakannya.

Berlakunya perkara tersebut adalah disebabkan kebencian atau pembalasan oleh kerana ia disakiti sebahagian manusia, atau makhluk jin ini menyangka bahawa sebahagian manusia sengaja menyakitinya dengan cara mengencingi mereka, menumpahkan air panas, atau membunuh mereka, padahal manusia tidak mengetahuinya. Dikalangan makhluk jin juga ada yang bodoh, ada yang zalim, sehingga mereka menjatuhkan hukuman dengan cara yang tidak patut, keadaan ini sebagaimana juga yang kita jumpai dalam kehidupan manusia yang bodoh.

Jika keadaan tersebut terjadi, perbuatan yang demikian itu adalah merupakan perbuatan yang keji dan dilarang oleh Allah SWT. Justeru itu perkara ini haruslah dijelaskan kepada jin tersebut dengan mengatakan bahawa perbuatan mereka itu dalah perbuatan keji yang diharamkan. Penjelasan seperti ini perlu dijelaskan kepada mereka supaya mereka tahu bahawa pada diri mereka akan berlaku hukuman Allah dan Rasul-Nya yang diutus kepada semua makhluk manusia dan makhluk jin.

Kepada mereka juga harus dijelaskan, bahawa manusia tersebut tidak mengetahui dan tidak sengaja menyakiti mereka sehingga tidak patut untuk dihukum. Jika mereka melakukan hal itu di rumah atau di kerajaan mereka maka mereka dibolehkan atau bebas bertindak. Sedangkan mereka tidak mempunyai hak untuk tinggal di tempat kediaman manusia tanpa izin dari mereka, mereka hanya berhak tinggal di tempat-tempat kosong yang bukan menjadi tempat tinggal manusia.

CARA JIN MASUK KE DALAM TUBUH MANUSIA.

Jin adalah sejenis makhluk berwujud udara sedangkan manusia memiliki lubang bulu roma, kerana itulah dia dapat masuk ke dalam tubuh manusia dari bahagian manapun juga. Makhluk jin diciptakan dari zat yang sejenis udara sebagaimana firman Allah : Ertinya,"Dan Allah menciptakan jin dari api yang menyala". ( Ar-Rahman: 15 ) Dalam hal ini Ibn Abbas berkata: Iaitu dari hujung nyalanya api, sedangkan hujung nyalanya api adalah merupakan udara panas yang keluar dari api.

Ketika jin masuk ke dalam tubuh manusia, makhluk ini langsung menuju ke otak, melalui otak ini dia dapat mempengaruhi bahagian mana saja yang dia sukai dari tubuh manusia. Para doktor perubatan telah mengkaji dan membuktikan bahawa orang yang terkena penyakit kerasukan jin memiliki gelombang otak yang sangat halus dan sangat aneh yang ada di dalam otaknya. Ditambah lagi dengan keterangan dari orang yang ahli tentang cara pengubatan orang yang kerasukan jin, bahawa jin itu memberitahunya bahawa mereka berada di otak manusia.

 PERLINDUNGAN TERHADAP GANGGUAN.
  1. Sentiasa berzikir dan bertaqarrub kepada Allah dengan memperbanyakkan istighfar. Ini adalah kerana apabila seseorang semakin bertambah dekat dengan Allah maka syaitan akan semakin menjauinya.
  2. Mengucapkan "Bismillah" pada setiap kesempatan, iaitu ketika :-
    • Hendak melompat dari tempat yang tinggi.
    • Terjumpa sesuatu di atas tanah.
    • Memasuki tempat yang menakutkan seperti tempat yang gelap, sunyi dan kosong.
  3. Berzikir kepada Allah pada waktu-waktu tertentu. Seperti pada waktu pagi, petang ataupun pada waktu makan.
  4. Tidak membunuh ular yang bersada di dalam rumah kecuali telah memohon kepada Allah agar ia keluar dari rumah.
  5. Tidak mendengar nyanyian ataupun seruling yang dapat mengundang syaitan dan menimbulkan perbuatan zina. Yakni, nyanyian yang dapat merangsang nafsu seseorang.
  6. Tidak memandang wanita dengan penuh nafsu dan juga tidak berdua-duaan dangan wanita yang bukan muhrimnya.
  7. Jangan tinggal di rumah kosong yang sudah lama tidak dihuni orang, di kawasan perkuburan dan tempat-tempat kotor lainnya. Jangan menunaikan solat sewaktu matahari terbit dan terbenam.
  8. Jangan membuang air kencil merata-rata atau di lubang binatang.
  9. Jangan sekali-kali menyeksa dan menyakiti anjing atau kucing.
  10. Hindarkan dari melakukan perbuatan maksiat. Perbuatan maksiat itu adalah senjata ampuh bagi syaitan

Pendakian Gunung Kerinci, Sumatera

Gunung Kerinci termasuk gunung berapi yang masih aktif, dengan ketinggian 3.805 mdpl. Gunung ini menjadi gunung tertinggi di Indonesia di luar pegunungan Irian Jaya.

Di sebelah timur terdapat danau Bento, rawa berair jernih tertinggi di Sumatera. Di belakangnya terdapat gunung tujuh dengan kawah yang sangat indah yang hampir tak tersentuh. Di tengah taman terdapat celah lembah Kota Sungaipenuh, perkebunan kopi, dan danau Kerinci.

Gunung ini dapat ditempuh melalui darat dari Jambi menuju Sungaipenuh melalui Bangko. Dapat juga ditempuh dari Padang, Lubuk Linggau, dan Bengkulu. Dengan pesawat terbang dapat mendarat di Padang atau Jambi.

Keindahan panorama yang natural dengan kekayaan flora dan fauna dapat di temui mulai dari dataran rendah hingga puncak gunung Kerinci, tidak hanya untuk dinikmati tetapi sangat baik untuk melakukan penelitian dan pendidikan. Pendakian ke puncak gunung Kerinci memakan waktu dua hari mulai dari Pos Kersik Tuo.

Tumbuhan dataran rendah di dominasi oleh beberapa jenis mahoni, terdapat juga tumbuhan raksasa bunga raflesia rafflesia arnoldi dan suweg raksasa Amorphophallus titanum. Dengan Taman Nasional Leuser, taman ini terhalang oleh Danau Toba dan Ngarai Sihanok. Sehingga beberapa binatang yang tidak terdapat di Taman Leuser ada di sini seperti tapir (Tapirus indicus) dan kus-kus (Tarsius bancanus).

Banyak terdapat binatang khas sumatera seperti gajah, badak sumatera, harimau, beruang madu, macan tutul, kecuali orang utan. Berbagai primat seperti siamang, gibbon, monyet ekor panjang dan Presbytis melapophos. Terdapat juga 140 jenis burung.

Desa Kersik Tuo, Kecamatan Kayu Aro berada pada ketinggian 1.400 mdpl dengan penduduk yang terdiri dari para pekerja perkebunan keturunan jawa, sehingga bahasa setempat adalah bahasa jawa. Dari Kersik Tuo kita menuju ke Pos Penjagaan Taman Nasional Kerinchi Seblat (TKNS) pada ketinggian 1611 mdpi dengan berjalan kaki sekitar 45 menit melintasi perkebunan teh.

Pondok R 10 adalah pondok jaga balai TNKS untuk mengawasi setiap pengunjung yang akan mendaki Gunung Kerinci. Dari R10 kita menuju ke Pintu Rimba dengan ketinggian 1800 mdpl, Jaraknya sekitar 2 km dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam perjalanan. Medannya berupa perkebunan/ladang penduduk, kondisi jalan baik (aspal) sampai ke batas hutan.

Pintu Rimba merupakan gerbang awal pendakian berada dalam batas hutan antara ladang dan hutan heterogen sebagai pintu masuk. Pintu Rimba berada pada ketinggian 1.800 mdpl. Di sini ada lokasi shelter dan juga lokasi air kurang lebih 200 meter sebelah kiri. Jarak tempuh ke Bangku Panjang 2 km atau 30 menit perjalanan, lintasannya agak landai memasuki kawasan hutan heterogen.

Pos Bangku Panjang dengan ketinggian 1909 mdpl, terdapat dua buah shelter yang dapat digunakan untuk beristirahat. Menuju Batu Lumut medan masih landai jarak 2 km dengan waktu tempuh sekitar 45 menit melintasi kawasan hutan. Pendaki dapat beristirahat di Pos Batu Lumut yang berada di ketinggian 2.000 mdpl, namun di sini tidak ada shelter-nya. Terdapat sungai yang kadang kala kering di musim kemarau.

Untuk menuju Pos 1 yang berjarak sekitar 2 km dari Batu Lumut kita membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam. Jalur memasuki kawasan hutan yang lebat dan terjal dengan kemiringan 45 hingga 60 derajad.

Di Pos 1 terdapat sebuah pondok yang dapat digunakan untuk beristirahat Pos ini berada di ketinggian 2.225 mdpl. Untuk menuju Pos 2 jarak yang harus ditempuh sekitar 3 km dengan waktu tempuh 2 jam. Di lintasan ini kadangkala dijumpai medan yang terjal dengan kemiringan hingga 45 tetapi masih bertemu dengan medan yang landai.

Terdapat sebuah Pondok yang sudah tua di Pos 2 yang berada di ketinggian 2.510 mdpl, di sini pendaki dapat beristirahat. Untuk menuju Pos 3 jarak yang harus ditempuh adalah 2 km dengan waktu tempuh sekitar 3 jam. Di lintasan ini dapat kita jumpai tumbuhan paku-pakuan dengan kondisi hutan yang agak terbuka.

Terdapat Pondok yang sudah rusak tinggal kerangkanya di Pos 3 yang berada di ketinggian 3.073 mdpl. Di tempat ini pendaki dapat beristirahat dan masih nyaman untuk mendirikan tenda karena masih terlindung oleh pepohonan. Waktu tempuh untuk menuju puncak dari pos ini sekitar 4 jam.

Untuk menuju ke Pos 4 jarak yang harus ditempuh sekitar 1,5 km, memerlukan waktu sekitar 1,5 jam. Kondisi jalur berupa bekas aliran air sehingga akan berubah menjadi selokan bila turun hujan. Pos 4 berada pada ketinggian 3351 mdpl tempat ini cukup lapang bisa untuk mendirikan beberapa tenda, namun cuaca di sini sering kali tidak bersahabat. Lintasan selanjutnya untuk menuju puncak berupa pasir, batuan cadas. Jarak tempuh menuju puncak 2 km dengan waktu tempuh sekitar 3 jam. Di lintasan ini pendaki perlu ekstra hati-hati.

Puncak Gunung Kerinci berada pada ketinggian 3.805 mdpl, di sini kita dapat melihat di kejauhan membentang pemandangan indah kota Jambi, Padang, dan Bengkulu. Bahkan Samudera Hindia yang luas dapat terlihat dengan jelas. Gunung Kerinci memiliki kawah seluas 400 x 120 meter dan berisi air yang berwarna hijau.
 
Mendaki  Kerinchi melalui Kersik Tuo

Padang -----> Kersik Tuo
6 – 7 jam dengan menaiki kereta atau bas

Kersik Tuo ----->Pos Penjagaan Taman Nasional Kerinci Seblat (TKNS) – Pondok R10 - 45 minit trekking melalui kebun teh (1,611mdpl)

Pondok R10 -------> Pintu Rimba
2km atau 1 jam trekking melalui kebun, lading, jalan tar sampailah ke pinggir hutan (1,800mdpl)

Pintu Rimba --------> Pos Bangku Panjang
2km atau 30 min trekking, landai melalui kawasan hutan (1,909mdpl)

Pos Bangku Panjang ------>Pos Batu Lumut
2km atau 45 min trekking melui hutan (2,000mdpl)

Pos Batu Lumut -----> Pos 1
2km atau 1.5jam treking melalui hutan tebal dengan kecerunan 45-60 darjah (2,225mdpl)

Pos 1 -----> Pos 2
3km atau 2 jam treking landai tp kadang2 kecerunan mencapai 45 darjah (2,510mdpl)

Pos 2 -------> Pos 3
2km atau 3 jam trekking melalui hutan terbuka (3,073mdpl)

Pos 3 --------> Pos 4
1.5km atau 1.5jam trekking melalui kawasan bekas aliran air (3.351mdpl)

Pos 4 -------->Puncak
2km atau 3 jam perjalanan melaui trek berpasir dan batu yg berbahaya dan pendaki perlu berhati2 (3,805mdpl)

MT KINABALU - The Legend and History of Climbing


Until now, Kinabalu's name is still a mystery. The most popular view derives it from the Kadazan words, Aki Nabalu, meaning 'the revered place of the dead'. The local Kadazandusuns belief that their spirits dwell on the mountain top. Among the bare rocks of the summit grows a moss which early Kadazandusun guides said provided food for the spirits of their ncestor.Many of the mountain's early explorers reported that their Kadazandusun guides performed religious ceremonies upon reaching the summit.

Sir Hugh Low wrote that his guide carried an assortment of charms, pieces of wood, human teeth, and other paraphernalia weighing three kilograms (seven pounds) up to the summit. Whitehead recorded the slaughter of one while chicken.These ceremonies were performed to appease the spirit of the mountain as well as the ancestral spirits who lived there.

Nowadays, a ceremony is conducted annually by the Kinabalu Park's guides. Seven chicken and eggs, as well as cigars, betel nuts, sirih leaves, lime and rice are sacrificed, and later enjoyed by the guides.Another theory about the mountain's name comes from the derivation of Kina meaning "China" and Balu, meaning "widow". A Kadazandusun legend tells the story of a Chinese prince ascending the mountain. He is seeking a huge pearl on the top which is guarded by a ferocious dragon. The prince succeeds in slaying the dragon and stealing the pearl. He then marries a Kadazan woman, but soon abandons her and returns to china. His wife, heartbroken, wanders to the mountain to mourn. There she was belief to turn into stone.

KADAZANDUSUN BELIEFS

An ancient mythology lies at the heart of Kadazandusun culture. A Kadazandusun creation myth tells how the supreme deities Kinohiringan and his wife Umunsumundu made the earth while Kinohiringan created the sky and the clouds. But the clouds were smaller than the earth and Kinohiringan was ashamed. To save his pride, Umunsumundu reshaped the earth, making it smaller, and thus created Mount Kinabalu, the mountain that we know today.

A Kadazandusun story tells of a giant king named Gayo Nakan ('big eater') who lived at the base of the mountain. His people tired of his enormous appetite and were had pressed to feed him. Hearing their complaints, the king told them to bury him alive at the top of the mountain. Bringing all their tools they laboured in vain, until the king uttered magic words and sank into the rock up to his shoulders. He then told his people that, due to their lack of patience, drought and famine would afflict them - but promised to help them in times of war. Fearful and penitent, the people made their first sacrificial offerings at the wishing pool below the summit that was Gayo Nakan's grave.
 
THE HISTORY OF MOUNT KINABALU CLIMBING


Mount Kinablu towers 4095 meters (13,435 feet) above sea level. It is the highest mountain between the mighty snow-capped Himalayas and Wilhelmina (4509 meters / 14,793 feet) in Irian Jaya. It is also one of the most accessible and spectacular mountains in the world. Because of the earth movement, in is still growing with the rate of 5 mm (1/4 inches) a year.

Ever changing, it is the mountain of tropical rainforest, colorful blossoms and golden sunset, but also dark and violent storms. At times, a ghostly mist shrouds the mountain and it is easy to believe the local Kadazandusun's claim that it is the homeland of their spirit world.In 1964 Kinabalu Park was established to protect Mount Kinabalu and its plant and animal life. Its 754 square kilometer (291 square mile) terrain stretches upward from lowland rain forest to montane forest, cloud forest and sub alpine meadow, before finally reaching a crown of bare granite.

Only at Mount Kinabalu can you eat breakfast in a lowland rainforest, lunch in a cloud forest, and enjoy dinner in a subalpine meadow!The trail to the highest peak winds along the southern side of the mountain. It is an 8.5 kilometer (5.25 mile) trek to the top. For most people, from a 9 month-old baby (carried by father) to an 83 years-old New Zealander, the journey takes two days.The Kinabalu Park Headquarters is located 90 kilometers (56 miles) from Kota Kinabalu, Sabah's capital city.

More than one million visitors have enjoyed the park since it opened. In the year 2000, UNESCO have declared Mount Kinabalu as The World Heritage Site. Today's relatively comfortable two day climb to the peak is a far cry from the travails of the early explorers.

In 1851, Sir Hugh Low, then the Colonial Secretary for the British crown colony of Labuan, credited as the first person to climb the mountain, took nine days to reach the summit plateau, traveling in a group of 42 people.Low and John Whitehead, a zoologist who discovered two of Kinabalu's spectacular birds, Whitehead's Trogon and Whitehead's Broadbill, both started their historic ascents from the village of Kiau, situated on the southern flank of the mountain near the Kadamaian Waterfall and recruited their guides and porters here. This route was both steep and arduous, and when the park was gazetted in 1964 and the Kinabalu Park HQ was established, the ascent route was changed to the present one.

People from the nearer village of Bundu Tuhan supplied most of the guides and porters, and Bundu Tuhan's most famous son, Gunting bin Lagadan, reputed to possess remarkable powers, become the first officially registered park guide. Though Low reached the summit plateau, he did not reach the peak that now bears his name. John Whitehead is the first person who reached the summit in 1888.Low discoveries focused the attention of the scientific world on Mount Kinabalu, but it was not until 1910 that the first botanist (and incidentally the first lady) Lilian Gibbs, climbed the mountain and discovered many species new to science.

Increasing interest in the mountain's natural richness culminated in major expeditions organized by the Royal Society of Great Britain in 1961 and 1964.Thus it was that in 1964 the Kinabalu Park was gazetted and when the park first opened it was a far cry from the world class facility it is today. In the early years the road to the park was largely a narrow muddy earth track, passable only to 4-wheel drive vehicle. This restricted access to real enthusiasts, but when the road was finally sealed in 1981 visitor figures shot up.Today more than 200,000 people visit the park each year. Of these, about ten percent have successfully reached the summit. Within the last few years however, an increasing number have come to enjoy more strenuous activities, including Mount Kinabalu Climbathon, mountain running and mountain biking.